Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Laporan dari Beijing
Xiaomi Minta Mi Fans Tak Beli Ponsel Selundupan
Laporan dari Beijing

Xiaomi Minta Mi Fans Tak Beli Ponsel Selundupan


Muhammad Alif Goenawan - detikInet

Foto: Muhammad Alif Goenawan
Beijing - Kebijakan TKDN alias Tingkat Kandungan Dalam Negeri dinilai menghambat laju ponsel 4G masuk ke Indonesia secara resmi. Akibatnya, ponsel BM atau black market pun marak beredar. Lalu apa tanggapan Xiaomi mengenai hal ini?

Tepat pertengahan tahun 2016, kepolisian Indonesia menggeledah dua unit mobil boks di kawasan Jakarta Barat. Beradasarkan hasil pemeriksaan, ditemukan sedikitnya 10.000 ponsel BM yang siap diedar ke berbagai pelosok di Indonesia.

Dari puluhan ribu ponsel BM yang digerebek, beberapa di antaranya ponsel besutan Xiaomi. Menanggapi hal itu, Vice President Xiaomi Hugo Barra ketika ditemui detikINET di Peking University, Beijing, China hanya tersenyum.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Aku selalu kagum dengan hasrat orang-orang untuk mendapatkan ponsel Xiaomi. Dan jelas kami merasa tersanjung dan mengapresiasi terhadap hal itu. Seperti bentuk cinta kasih. Namun aku selalu memberikan rekomendasi untuk membelinya secara resmi. Karena dengan begitu Anda akan mendapat garansi dan optimalisasi software," tutur Barra.

Lebih lanjut, Barra hanya bisa mengatakan bahwa ketimbang membeli barang BM, sebaiknya Mi Fans di Indonesia harap bersabar. Karena Xiaomi berjanji akan kembali beraksi di pasar smartphone Indonesia.

"Sabar saja. Tunggu beberapa saat lagi karena kami akan kembali memberikan opsi untuk mendapat lebih banyak ponsel Xiaomi di dealer resmi," tutur Barra.

Tak lupa pria yang pernah bekerja sebagai eksekutif di Google ini menyampaikan rasa terimakasih kepada Mi Fans di Indonesia yang selama ini masih loyal dan setia menggunakan produk Xiaomi.

"Kami selalu berterimakasih akan kecintaan mereka terhadap Xiaomi. Mereka selalu menggelar event yang bahkan bukan diorganisasi oleh kami. Aku berharap bisa bergabung dengan mereka tahun depan," ujarnya.

Dari hasil wawancara detikINET dengan Barra, ia mengatakan bahwa Xiaomi punya rencana untuk kembali memanaskan persaingan pasar ponsel di Indonesia. Peraturan TKDN pun siap dipatuhi. Hanya saja ia enggan mengatakan kapan dan bagaimana Xiaomi akan memenuhinya, mengingat ada tiga skema TKDN yang ditawarkan. (mag/rou)
TAGS







Hide Ads