Menurut dugaan, sumber terbakarnya Galaxy Note 7 berasal dari anomali baterai. Meski sebagai penguji perangkat, masalah yang dialami phablet Samsung itu nyatanya di luar ranah Kominfo.
Sebab meski menjadi lembaga yang melakukan pengujian lewat Direktorat Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (Ditjen SDPPI), Kominfo tidak menangani bagian hardware sepenuhnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kominfo bukan mengurusi baterai, tapi lebih ke persinyalan. Jadi transmitter dan lain-lain. Kalau baterai bukan sertifikasi Kominfo," kata Menkominfo Rudiantara, di ballroom gedung Kominfo, Jakarta, Kamis (20/10/2016).
Seperti banyak diberitakan sebelumnya, Samsung terpaksa menarik Galaxy Note 7 dari peredaran lantaran sejumlah kasus terbakarnya ponsel tersebut di tangan konsumen.
Samsung sempat melakukan recall untuk menggantikan produk-produk yang bermasalah. Tapi kejadian yang sama berulang di unit pengganti, sehingga Samsung memutuskan untuk menghentikan produksinya.
Meski kasus terbakarnya Galaxy Note 7 dilaporkan terjadi di sejumlah negara, di Indonesia perangkat tersebut belum sampai dijual, baru sebatas pra order. (yud/ash)