"Laporan bahwa akan ada kerusakan brand Samsung dalam jangka panjang terlalu dibesar-besarkan," tulisnya yang dikutip detikINET dari The Australian, Senin (17/10/2016).
Memang reputasi Samsung terganggu karena kematian Note 7 menggaung ke seluruh dunia. Banyak maskapai penerbangan melarang Note 7 masuk pesawat karena rentan meledak. Dan dari sisi uang, kerugian mungkin tembus USD 17 miliar. Tapi dari sisi brand, Samsung diprediksinya baik-baik saja.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apalagi dengan mempertimbangkan smartphone hanyalah sebagian dari seluruh bisnis Samsung. Dan Note 7 menurut Mark cuma sub brand dari Samsung.
"Samsung melakukan pendekatan merek sub brand, di mana Galaxy Note 7 adalah brand mereka yang lebih rendah. Samsung memiliki sub brand yang lain dan bisa saja mematikan brand Galaxy lalu pindah ke alternatif lain," lanjut Mark.
"Tapi alasan utama mengapa kerusakan reputasi Samsung terlalu dilebih-lebihkan adalah kebanyakan konsumen saat ini sangat rendah ekspektasinya pada perusahaan dan ingatan mereka juga pendek," tambahnya.
Ia mencontohkan skandal manipulasi konsumsi bahan bakar mobil Volkswagen di tahun 2015 yang sangat heboh tapi ternyata tidak menimbulkan kerugian sangat besar. Volkswagen bahkan tumbuh penjualannya 10% di tahun 2015 itu.
"Akan ada memang kerugian besar di keuangan Samsung dari krisis Note 7, namun kejadian ini tidak akan selamanya berdampak pada brand mereka," pungkas Mark.
(fyk/fyk)