Menurut Samsung, mereka memperkirakan akan mampu memperoleh keuntungan di angka 7,8 triliun won atau sekitar Rp 91 triliun. Angka tersebut diperoleh dari total penjualan yang diyakini Samsung bisa menorehkan 49 triliun won yang setara Rp 572 triliun di kuartal III 2016.
Dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya, berarti Samsung berhasil mencetak kenaikan hingga 4 miliar won atau senilai Rp 46 miliar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagai informasi, Samsung dilaporkan telah me-recall sedikitnya 2,5 juta unit Galaxy Note 7 yang sempat beredar di seluruh dunia.
Tapi analis yakin keputusan recall tersebut tak akan benar-benar mengganggu Samsung. Sebab perusahaan Korea Selatan ini telah berhasil lepas dari jeratan keterpurukan yang dialaminya tahun 2014 lalu. Apalagi dua tahun belakangan performa Samsung terus menunjukkan peningkatan.
"Samsung memang diharapkan bisa menunjukkan performa yang makin baik dan baik lagi tahun (2016) ini," kata Chung Chang, analis dari Nomura Holdings kepada Bloomberg, seperti dikutip detikINET.
Selain itu kalaupun pendapatan Samsung terpaksa terganggu oleh recall Galaxy Note 7, divisi lain perusahaan ini bisa menyelamatkannya. Misalnya divisi semikonduktor Samsung yang telah dipercaya banyak perusahaan untuk membuat chip dan semacamnya. Divisi ini disebut analis Lee Soung-woo dari IBK Securities, memperlihatkan performa yang sangat-sangat baik.
Harga di industri semikonduktor memang menunjukkan kecenderungan naik. Tren yang sama pun dialami Intel sebagai pesaing Samsung soal pembuatan chip.
"Bila divisi mobile (Samsung) tidak mengalami masalah yang lebih jauh lagi, dan mengacu pada performa yang sangat baik dari bisnis komponennya, market Samsung akan terus menunjukkan kemajuan," imbuh Chung mengiyakan temuan Soung-woo. (yud/ash)