Menurut laporan dari The Wall Street Journal, salah seorang pengguna Galaxy Note 7 di Korea Selatan memberikan komplain lantaran produk pengganti miliknya bermasalah. Adapun masalah tersebut timbul karena panas berlebih dari dalam ponsel.
Pengguna juga mengeluh baterainya terus menerus berkurang padahal sedang dalam kondisi pengisian, demikian dikutip detikINET dari The Next Web, Senin (25/9/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Samsung memulai proses recall setelah mendapat sejumlah laporan Galaxy Note 7 mengeluarkan percikan api awal September 2016 lalu. Dari total 2,5 juta Galaxy Note 7 yang terjual, perusahaan mengklaim hanya sekitar 0,1% perangkat yang mengalami kasus tersebut.
Meski begitu, perusahaan tetap melakukan recall Galaxy Note 7 di setiap negara. Di Amerika Serikat sendiri, sekitar 50% perangkat Galaxy Note 7 sudah ditukar dengan yang baru. (mag/ash)