Berdasarkan laporan Macrumors, Selasa (6/9/2016), selama sepuluh bulan hadir di Android, Apple Music sudah melampaui 10 juta kali pengunduhan. Secara spesifik, jumlah penginstalan saat ini antara 10-50 juta. Naik dari angka 5-10 juta dari beberapa waktu lalu.
Aplikasi Apple Music hadir di Android selang empat bulan setelah layanan musik ini memulai debutnya di iPhone, iPad dan iPod Touch. Sejak Agustus lalu, aplikasi ini lepas dari versi beta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
![]() |
Namun Apple tak sekadar melepas label beta. Merea juga menambahkan sebuah fitur di layanan streaming musik itu, yaitu pengaturan equalizer. Langkah ini menunjukkan Apple ingin mengambil pasar penyedia layanan streaming musik lain seperti Spotify dan lain-lain.
Kini layanan Apple Music memiliki 15 juta pelanggan berbayar. Jumlah ini memang masih dibawah Spotify yang memiliki 30 juta pelanggan berbayar.
Tapi bukan tidak mungkin Apple Music akan menyalip Spotify. Pasalnya perusahaan yang berbasis di Cupertino, California, Amerika Serikat ini melakukan sejumlah akuisisi hingga merogoh kocek yang lebih dalam untuk melakukan kesepakatan dengan berbagai musisi dan label.
Akibat pergerakan Apple, Spotify jadi kesulitan untuk melakukan negosiasi dengan sejumlah label rekaman besar. Spotify jadi tidak bisa mendapatkan kontrak dengan label dalam jangka waktu yang panjang.
Usut punya usut, salah satu faktor utamanya adalah uang. Apple Music dikatakan bersedia membayar 58% dari pendapatan ke label setelah sekali uji coba. Sedangkan Spotify seperti yang diketahui hanya bersedia membayar 55%. (afr/fyk)












































