Dijelaskan oleh Francois Beaufort, Chromium Evangelist, browser beta tersebut mempunyai pengaturan VR Shell yang membuat pengguna bisa berselancar di sebuah situs saat menggunakan Cardboard atau perangkat Daydream -- platform VR anyar milik Google.
Syaratnya, situs tersebut harus dibuat menggunakan standar WebVR yang sudah disiapkan sebelumnya. Sebelum standar ini dibuat, mengubah tampilan situs untuk perangkat VR sangat sulit untuk dilakukan, namun kini menjadi sangat mudah, hanya dengan menekan satu tombol.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hanya saja, teknologi VR tersebut saat ini masih berada di tahap awal, sehingga kinerjanya tentu belum optimal sampai Google nantinya merilis platform Daydream secara penuh. Namun setidaknya, WebVR ini menunjukkan kalau Google memang punya niat besar dalam mengembangkan teknologi VR. (asj/ash)











































