"Kami sungguh tidak tertarik untuk kembali lagi ke bisnis mobile. Itu adalah sejarah kami, bukan masa depan kami," kata Ramzi Haidamus, Presiden Nokia Technologies.
Itu sebabnya Nokia memilih hanya memberi lisensi merek ponselnya pada perusahaan baru bernama HMD, yang akan membuat dan memasarkan ponsel Nokia, kemungkinan mulai tahun depan. Nokia saat ini lebih fokus berkiprah di industri infrastruktur telekomunikasi dan teknologi masa depan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini adalah yang terbaik dan kami sudah memeriksa lusinan pihak yang mendekati kami. HMD yang merepresentasikan soal finansial yang paling atraktif dan tim mereka diyakini bisa menaikkan lagi brand Nokia," jelasnya dikutip detikINET dari ZDNet.
HMD didirikan beberapa mantan eksekutif Nokia. Ramzi menegaskan Nokia takkan terlibat dalam perusahaan itu ataupun mendesain handset yang nanti dikeluarkan. Nokia akan lebih fokus pada bisnis lain, misalnya teknologi kesehatan atau Internet of Things. Mereka baru saja mengakusisi perusahaan kesehatan digital Withings senilai 170 juta euro.
"Kami mengembangkan teknologi yang menarik namun jelas bahwa kami ketinggalan dan kami membutuhkan mitra. Mengakuisisi Withings menandai permulaan babak baru dalam sejarah Nokia dan membuat Nokia menjadi brand untuk consumer lagi," kata Ramzi.
Meski divisi ponselnya ambruk, Nokia memang masih raksasa teknologi dan punya banyak uang. Tahun lalu, mereka bahkan mengakuisisi kompetitornya Alcatel Lucent senilai 15,6 miliar euro. (fyk/ash)