Tak dipungkiri, maraknya penetrasi smartphone dan tablet di berbagai pasar global turut membuat lesu bisnis PC mobile atau notebook. Hal ini diakui sendiri oleh Hewlett-Packard (HP) sebagai salah satu pemain besar di bisnis PC.
Pun begitu, vendor asal Amerika Serikat ini mengatakan bahwa hal tersebut tidak serta merta menggerus notebook dari peredaran. Bisnis notebook diakui masih cukup seksi, walau kenaikannya tidak sepesat dahulu.
"Kami melihat bahwa total market notebook mulai stagnan, kenaikannya sedikit cenderung flat. Tapi kalau ditanya apakah tablet atau smartphone bakal menggusur notebook, kami rasa tidak," papar Melton Ciputra, Consumer Notebook Category Market Development Manager Printing & Personal System Group, ketika ditemui detikINET di Pejaten Village, Jakarta, Senin (14/12/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ditanya soal penjualan notebook-nya di Indonesia, Melton, mengatakan cukup mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Berdasarkan data dari riset GFk bulan Oktober 2015, bila dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2014, dari 10% penjualannya sudah meningkat di kisaran 15%.
Melton pun melihat bahwa masih ada potensi kenaikan di tahun 2016. "Tahun depan kami melihat kurang lebih situasi masih sama, persaingan masih cukup tangguh. Dengan kemungkinan market di bawah Rp 4 juta masih akan mendominasi," pungkasnya.
(mag/rou)