Internet Kencang, Simpan Foto di Cloud Makin Gampang

Internet Kencang, Simpan Foto di Cloud Makin Gampang

Achmad Rouzni Noor II - detikInet
Jumat, 04 Des 2015 09:27 WIB
Jakarta - Semakin berkembangnya perangkat mobile, membuat berbagai aktivitas bisa dilakukan tak hanya dari satu tempat. Ditambah dengan koneksi internet yang semakin kencang, melakukan berbagai aktivitas kini dapat dilakukan dengan lebih mudah.

Aktivitas selfie, food photography di Instagram, atau membuat video menarik untuk diunggah ke YouTube, menjadi semakin mudah dengan keberadaan perangkat mobile tersebut.

"Berkembangnya jumlah data digital tentu membutuhkan penyimpanan yang lebih besar untuk menyimpannya. Hal ini bisa dilakukan dengan memanfaatkan teknologi cloud," kata Tjhin Merry, Territory Sales Manager Branded Division WD Indonesia, Jumat (4/12/2015).

WD baru saja meluncurkan My Cloud Mirror, yaitu sebuah Personal Cloud Storage dengan dual hard-drive yang diatur ke mode Mirror (RAID 1), memastikan konten yang disimpan pada satu drive secara otomatis diduplikasikan ke drive kedua.

Personal cloud storage terbaru dari WD ini memiliki kapasitas besar hingga 8 TB yang dapat dijadikan tempat menyimpan dokumen secara online. Kemampuannya dalam menunjang sistem cloud, membuat My Cloud Mirror bisa diakses dari mana saja, asalkan terdapat koneksi internet.

"Perangkat ini dibuat untuk yang ingin mengakses ribuan file dengan mudah, tanpa harus repot, tanpa dibatasi waktu dan tempat. Akses ke My Cloud Mirror bisa dilakukan dari perangkat apapun, seperti notebook, smartphone, dan tablet," lanjut Merry.

Dipadukan dengan aplikasi My Cloud OS yang tersedia di platform Android dan iOS, penyimpanan data jadi makin mudah. WD mendesain perangkat My Cloud Mirror dengan sedetail mungkin sehingga tak perlu melakukan banyak hal untuk pengaturan dengan perangkat lainnya, seperti smartphone dan tablet.

"Menyimpan file, menjalankan video, memainkan musik, hingga sharing file ke teman-teman kerja menjadi lebih mudah, tanpa batasan waktu dan tempat," jelas Merry lebih lanjut.

Ia juga memberi contoh, dengan adanya perangkat My Cloud OS ini, tak perlu takut lagi ketika memori perangkat mobile kepenuhan di saat sedang seru-serunya liburan. Karena hasil rekaman video atau foto-foto seru bisa langsung dipindahkan ke cloud dengan cepat.

Menariknya, dengan persetujuan dari pemiliknya, file yang ada di cloud juga bisa diakses bersama orang lain. Dengan demikian, jika file tersebut merupakan dokumen pekerjaan secara tim, Anda dan teman kerja lainnya bisa melakukan update file secara real-time tanpa harus bertemu di satu meja.

Dengan dukungan tambahan untuk layanan cloud ini, tentunya kapasitas penyimpanan yang dimiliki menjadi lebih besar lagi. Proses manajemen data pun menjadi lebih mudah dan tak perlu khawatir kehilangan data jika perangkat mobile yang digunakan hilang.

"Dengan account WD, kita bisa mengaksesnya dari perangkat mobile lainnya seperti notebook melalui aplikasi My Cloud OS ataupun melalui website My Cloud," pungkas Merry.

My Cloud Mirror mulai dipasarkan dengan harga Rp 5.020.000 untuk kapasitas 4 TB, Rp 6.556.000 untuk kapasitas 6 TB, serta Rp 8.335.000 untuk kapasitas 8 TB. WD sendiri menggandeng PT Eternal Asia Indonesia, PT Mctek Innovation, PT Sistech Kharisma, dan WPG Indonesia, sebagai distributornya di Indonesia.

My Cloud OS juga tersedia dengan update terbaru dalam versi My Cloud OS 3. My Cloud OS 3 tersedia secara gratis pada perangkat penyimpanan personal My Cloud saat ini.

Perangkat My Cloud yang mendukung OS 3 terbaru meliputi: My Cloud, My Cloud Mirror, My Cloud Expert Series EX2/EX4, My Cloud Expert Series EX2100/EX4100 dan My Cloud Business Series DL2100/DL4100. Aplikasi mobile My Cloud OS 3 yang baru juga tersedia di Apple App Store dan Google Play Store.

(rou/rou)