Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Pembesut Nexus Imprint Sukses Setelah Batal Dibeli Samsung

Pembesut Nexus Imprint Sukses Setelah Batal Dibeli Samsung


Anggoro Suryo Jati - detikInet

(Getty Images)
Jakarta - Dua tahun lalu sebuah rilis dipampang di situs milik Fingerprint Cards AB, yang menyatakan bahwa perusahaan pembuat sensor sidik jari itu akan diakuisisi oleh Samsung senilai USD 650 juta.

Kemudian pengumuman itu ditarik dan disebut sebagai informasi yang salah, karena Samsung akhirnya tak pernah mengakuisisi perusahaan asal Swedia itu. Fingerprint Cards setelah itu seperti hilang dari permukaan.

Ternyata, perusahaan yang berbasis di kota Gothenburg itu sibuk bekerja di belakang layar dan sensornya digunakan LG dan Huawei di dua Nexus anyar, yaitu 5X dan 6P. Ya, perusahaan yang tak jadi dibeli oleh Samsung itu kini bertanggung jawab di balik Nexus Imprint.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Nexus Imprint adalah teknologi yang dipakai Google untuk menyalakan verifikasi sidik jari di Android Marshmallow, juga layanan Android Pay yang baru diluncurkan, dilansir detikINET dari The Verge, Jumat (23/10/2015).

Fingerprint Cards sebenarnya tak sendiri, mereka bekerja sama dengan Precise Biometrics -- yang juga berasal dari Swedia. Jika Fingerprint Cards menyediakan sensor, Precise Biometrics yang menyediakan pengenalan sidik jari serta algoritma pencocokan dengan data yang ada.

Dua perusahaan asal Swedia ini sekarang menjadi penyedia utama teknologi sidik jari bagi banyak pabrikan ponsel pintar. OnePlus 2, LG V10, Huawei Mate S, Oppo R7 Plus dan Nextbit Robin adalah beberapa produk yang menggunakan teknologi buatan mereka.

Nexus Imprint sendiri mendapat review bagus. Nexus 5X dan 6P yang memakai teknologi ini dinilai punya kecepatan dan akurasi pengenalan sidik jari yang sangat baik.

berkat Fingerprint Cards dan Precise Biometrics, teknologi pengenalan sidik jari pun kini berubah tak sekadar gimmick, melainkan sebuah fitur yang sangat berguna di ponsel pintar.

(asj/rns)







Hide Ads