Soh Peng Kiat, General Manager, Toughbook Solution Team, Panasonic System Solutions Asia Pacific saat meluncurkan dua seri Toughbook teranyar membeberkan, pada 2015 total jumlah pekerja mobile secara global akan mencapai 1,3 miliar atau sekitar 37,2% dari total keseluruhan pekerja.
Di Asia Pasifik, diprediksi terjadi peningkatan jumlah pekerja mobile sebesar 39%. Wilayah ini mengalami peningkatan tertinggi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Secara spesifik untuk Indonesia, menjadi pasar terbesar yang berkontribusi lebih dari sepertiganya atau sekitar 35% dari keseluruhan volume penjualan laptop," papar Soh.
Peluang untuk notebook tangguh di Asia Tenggara diprediksikan akan meningkat hingga USD 48,3 juta di 2018 dengan banyaknya permintaan yang datang dari pasar-pasar berkembang seperti Malaysia, Thailand, Indonesia dan Filipina.
Melihat peluang pertumbuhan ini, Panasonic juga kemudian mengumumkan pembukaan Configuration Center baru yang berlokasi di Johor Bahru, Malaysia. Configuration Center ini akan melayani wilayah ASEAN dengan fokus di Negara Malaysia, Singapura, Thailand, Indonesia dan Filipina.
Pembukaan Configuration Center ini dikatakan Soh sanga penting mengingat potensi pertumbuhan pasar laptop tangguh di Asia Tenggara.
"Pembukaan Configuration Center di Johor semakin mengukuhkan komitmen kami melayani wilayah Asia khususnya pasar Asia Tenggara serta usaha kami dalam mengoptimalkan segala proses sehingga memungkinkan pelanggan kami untuk mengurangi biaya total kepemilikan (total cost of ownership) dari perangkat bisnis mereka," kata Soh.
Soh tidak menyebutkan secara spesifik pasar Panasonic Toughbook di Indonesia. Namun dikatakannya, Panasonic optimistis mencapai target yang lebih besar.
"Kami terbilang masih baru memasuki pasar Indonesia, sejak sekitar dua tahun lalu. Yang jelas dalam tiga tahun ke depan, kami berharap bisa tumbuh hingga tiga kali lipat dalam hal penjualan," tutupnya.
(rns/ash)