Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Android Priv, Andalan Hidup Mati BlackBerry

Android Priv, Andalan Hidup Mati BlackBerry


Achmad Rouzni Noor II - detikInet

Jakarta -

Jika Priv tak juga bisa mendongkrak penjualan handset BlackBerry secara keseluruhan, maka smartphone dengan OS Android itu bisa jadi ponsel terakhir yang akan diproduksi BlackBerry.

Demikian ditegaskan John Chen, CEO BlackBerry. Ia berharap, BlackBerry Priv yang akan dirilis secara komersial akhir 2015 ini bisa menjadi salah satu katalis penjualan.

"Jika tak juga sukses, Priv akan menjadi smartphone terakhir yang diproduksi BlackBerry," tegas Chen seperti detikINET kutip The Verge, Senin (12/10/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam wawancaranya, Chen angkat bicara terkait kondisi keuangan perusahaan asal Kanada tersebut yang belum juga keluar dari kerugian walau secara operasional sudah terlihat tanda-tanda pemulihan.

Chen mengungkapkan perseroan harus bisa menjual sekitar lima juta unit smartphone setiap tahunnya agar bisa mencatat keuntungan. "Jika ini tak tercapai, ada kemungkinan BlackBerry keluar dari bisnis perangkat," katanya.

Β 



Dalam periode yang berakhir Agustus 2015, BlackBerry membukukan pendapatan USD 491 juta. Rincian pendapatan untuk triwulan terakhir ini adalah 15% untuk perangkat lunak dan jasa, 41% untuk hardware, dan 43% untuk biaya akses layanan.

Selama kuartal kedua, BlackBerry dari sisi hardware mencatat penjualan lebih dari 800.000 smartphone dengan perkiraan nilai sekitar USD 240 juta. Sementara kerugian yang diderita di periode ini USD 66 juta.

Β 



Itu sebabnya, Priv diharapkan oleh Chen bisa menjadi senjata baru Blackberry untuk bertempur di pasar smartphone segmen retail. Sedangkan perangkat BlackBerry 10, akan dikhususkan untuk pasar korporat dan pasar yang butuh keamanan tingkat tinggi.

"Produk kami soal keamanan setara dengan Samsung Knox, tetapi daya tahan baterai lebih baik, begitu juga dengan teknologi antena, keyboard dan lainnya. Saat ini kami tengah mendekati sejumlah operator untuk mendukung penjualan Priv," pungkas Chen.

BlackBerry Priv sendiri saat ini tengah diuji coba oleh sejumlah operator di Indonesia. Namun sayangnya, mereka masih belum mau buka suara. Smartphone perdana Android BlackBerry ini kabarnya akan dilepas di kisaran harga Rp 8 jutaan.

(rou/ash)





Hide Ads