Tahun 2016 akan jadi tahun terakhir bagi bisnis ponsel Sony untuk menunjukkan bahwa bisnis tersebut masih bisa menguntungkan. Karena jika tidak, CEO Sony Kazuo Hirai akan mempertimbangkan opsi lain untuk bisnisnya itu.
"Kami akan melanjutkan bisnis ini selama kami berada di jalur sesuai skenario, di mana kami tak merugi pada tahun depan. Jika tidak, kami belum mengeliminasi kemungkinan untuk menggunakan alternatif lain," ujar Hirai.
Kiprah Hirai sebagai CEO Sony sebenarnya sudah bisa dibilang sangat sukses. Ia berhasil merestrukturisasi berbagai bisnis Sony agar kembali untung, setelah bertahun-tahun sebelumnya selalu rugi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sony bersama beberapa pembuat perangkat elektronik asal Jepang lain memang masih harus berusaha keras untuk berkompetisi dengan rivalnya yang berasal dari negara Asia yang lain. Itu pun belum menyebut nama besar seperti Apple dan Samsung Electronic.
Saat ini, ponsel Xperia milik Sony hanya mempunyai market share sebesar 17,5% di Jepang, dan kurang dari 1% di Amerika Utara, seperti dikutip detikINET dari Reuters, Kamis (8/10/2015).
Bulan Juli lalu Sony memprediksikan bahwa bisnis ponsel mereka akan mengalami kerugian operasi sebesar 60 miliar Yen pada tahun fiskal ini. Angka itu melonjak dari perkiraan sebelumnya, yaitu kerugian sebesar 39 miliar Yen.
(asj/fyk)