"Tentu kami akan menaatinya (regulasi TKDN-red.). Semua merek sudah bekerjasama dengan manufaktur (produsen) lokal dan kami juga," ujar Ramon Kwok, Manajer Meizu wilayah ASEAN, saat ditemui detikINET di Beijing, China.
Jadi Meizu memastikan tak akan membangun pabriknya sendiri di sini, melainkan dengan berpartner dengan perusahaan pembuat ponsel yang sudah mempunyai pabrik di Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemerintah Indonesia sendiri sebenarnya lebih menitikberatkan aturan TKDN tersebut ke sisi non hardware. Jadi fokusnya sudah dialihkan dari pembangunan pabrik ponsel di Indonesia.
"Pabriknya di luar pun, tapi kalau desain house di sini. Vendor akan membayar royalti ke Indonesia. Ini akan menjadi value untuk kita," ujar Menkominfo Rudiantara saat ditemui detikINET beberapa waktu yang lalu.
Menteri yang akrab disapa Chief RA ini mengatakan pihaknya harus realistis terhadap model global supply chain sekarang ini. Dimana orang tidak peduli pabrik dan suplai dari mana, namun lebih melihat pasarnya.
"Yang terpenting mereka bisa memproduksi dengan harga paling rendah. Karenanya kita lebih mendorong untuk non hardware, seperti desain produk dan aplikasi yang di-inject. Orang-orang Indonesia banyak yang bisa bikin," ujar Rudiantara kala itu.
(asj/ash)