Umumnya ponsel bundling ditawarkan dalam kondisi lock alias cuma bisa dipakai menggunakan layanan yang hadir bersama paket penjualan. Namun tidak demikian dengan Bolt, menggandeng Samsung, penyedia layanan data ini tetap membundling Galaxy J5 secara unlock.
Unlock artinya Galaxy J5 yang dibundling Bolt juga bisa dipakai dengan layanan operator lain. Pun demikian Bolt tetap percaya diri Galaxy J5 yang dijualnya mampu menyerap 120 ribu pelanggan baru sampai akhir tahun 2015 ini.
Apalagi menurut Dicky Moechtar, CEO Bolt, layanannya memiliki paket internet yang bisa dipakai kapanpun. Jadi tak seperti layanan yang ditawarkan pesaingnya, yang meski kedengarannya besar tapi waktu aksesnya dibatasi. Misalnya cuma bisa dipakai tengah malam untuk kuota data tertentu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bolt sendiri menargetkan bisa memiliki 2 juta pelanggan sampai akhir tahun. Adapun jumlah pelanggannya saat ini sudah mencapai angka 1,5 jutaan pelanggan.
Selain menggandeng vendor ponsel, cara yang dilakukannya untuk mencapai target itu adalah melalui perluasan jaringan. Aceh adalah daerah selanjutnya yang akan dituju. Devid Gubiani, Chief Technology Officer Bolt, mengatakan layanan Bolt sudah akan hadir di serambi mekah itu.
βSedangkan di daerah Jabodetabek, perluasan jaringan Bolt akan mengarah ke wilayah Serang dan Cilegon,β pungkas Gubiani.
(yud/fyk)