Partner yang nantinya dipilih oleh Nokia untuk produksi ponsel tersebut akan mengerjakan berbagai 'pekerjaan berat' dalam bisnis ponsel. Seperti perakitan, penjualan, marketing, dan bagian after sales service.
Sementara Nokia akan berperan sebagai 'aktor intelektual', yaitu dengan menyediakan desain dan teknologi untuk ponsel yang akan diproduksi. Ini serupa dengan langkah yang dilakukan Nokia ketika merilis N1, tablet Android yang diproduksi oleh Foxconn dengan lisensi dari Nokia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pernyataan resmi Nokia ini sangat bertolak belakang dengan pernyataan perusahaan asal Finlandia tersebut pada bulan April lalu. Ketika itu mereka menyebut tak mempunyai rencana untuk kembali ke bisnis ponsel.
Namun akhir Juni lalu, CEO Nokia Rajeev Suri sempat memberikan sebuah pernyataan yang menyiratkan rencana Nokia untuk kembali ke bisnis ponsel, demikian dilansir detikINET dari GSM Arena, Selasa (14/7/2015).
(asj/ash)