Jadi fitur di Android M ini memungkinkan sistem mem-backup aplikasi yang telah diinstal pengguna. Keuntungannya adalah pengguna jadi tak perlu lagi repot-repot menginstal aplikasi satu demi satu ketika punya ponsel baru.
Dengan memasukkan akun Google yang sama, pengguna Android M dapat langsung mengembalikan semua aplikasi yang tadinya dimiliki di ponsel lama ke ponsel baru. Tapi ada batasannya, Android M hanya akan mem-backup aplikasi yang ukurannya maksimal 25 MB. Adapun sebagai lokasi backup-nya Google mengandalkan layanan Drive kepunyaannya.
Tapi sebenarnya ini bukan fitur yang baru-baru banget. Fitur semacam ini sudah sejak lama ditawarkan sejumlah aplikasi. Cuma ya itu, pengguna harus melakukannya secara manual. Selain itu terkadang ditemukan masalah kompatibilitas sehingga ada beberapa aplikasi yang tak bisa di-backup.
Lucunya, seperti detikINET kutip dari Ubergizmo, Jumat (29/5/2015), developer malah disebut tak menyukai fitur backup otomatis untuk aplikasi di Android M ini. Bahkan ada kabar yang mengatakan sejumlah developer akan membenamkan script di aplikasinya agar tak bisa ter-backup oleh Android M.
Wajar bila developer kurang setuju dengan fitur ini. Karena bila tiap aplikasi secara otomatis ter-backup artinya akan memangkas jumlah pengguna yang men-download dari pasar aplikasi Google Play. Yang mana ujung-ujungnya akan memangkas peluang mereka untuk mendulang keuntungan.
(Yudhianto/Ardhi Suryadhi)