Pun begitu, pendiri Oculus, Palmer Luckey mengatakan jika pihaknya tidak akan menutup semua akses hiburan ke dalam perangkatnya, termasuk konten hiburan dewasa.
Pernyataan itu diucapkan oleh Luckey ketika menghadiri acara Silicon Valley Virtual Reality Conference beberapa waktu lalu. Alasannya tak lain karena anak perusahaan Facebook itu menganggap Oculus Rift sebagai perangkat yang open platform.
"Oculus Rift ini perangkat open platform. Kami tidak mengontrol software maupun konten apa pun yang berjalan di dalam perangkat itu. Dan itu adalah hal yang penting," ujar Luckey dikutip detikINET dari Eurogamer, Kamis (21/5/2015).
Polemik pornografi di ranah virtual reality memang sudah ada sejak teknologi ini muncul. Banyak yang berpendapat jika vitual reality mampu memberikan pengalaman dan sensasi baru dalam menonton film porno. Industri itu bahkan sudah mengantisipasi langkah mereka bila perangkat ini dirilis secara masif kelak.
Oculus Rift diperkirakan akan rilis pada kuartal pertama 2016 dengan estimasi harga yang sangat tinggi. Oculus Rift un akan berhadapan langsung dengan Project Morpheus, headset virtual reality milik Sony dan HTC Valve yang juga akan dirilis di waktu yang berdekatan.
(Achmad Rouzni Noor II/Achmad Rouzni Noor II)