Artik 10 adalah yang paling bertenaga dibanding dua lainnya. Mempunyai 8 core berkecepatan 1,3 GHz. Menurut Samsung, prosesor ini akan cocok digunakan untuk media player, home server, ataupun perangkat penyimpan awan personal.
"Semuanya sudah terintegrasi. GPU, CPU, manajemen daya, pemroses I/O, video encoding dan decoding, serta fitur audio," ujar Young Sohn, chief strategy officer Samsung di konferensi Internet of Things yang diadakan di San Francisco, Amerika Serikat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tiga prosesor ini adalah usaha Samsung untuk memasuki konsep Internet of Things, di mana semua perangkat bisa terhubung satu sama lain. Tujuannya adalah agar pengguna bisa memantau satu perangkat, dari perangkat apapun dan dari manapun.
Sebelumnya Samsung memang pernah menyebut bahwa mereka berencana untuk menghubungkan 90% dari setiap perangkat yang mereka buat pada tahun 2017, yang ditargetkan akan meningkat menjadi 100% pada tahun 2020.
Samsung tak bermain sendirian di arena ini. Pada akhir tahun 2013 Intel juga memperkenalkan chip bernama Quark. Yaitu prosesor mini yang cocok digunakan di berbagai perangkat wearable.
Ada juga Apple dan Google, yang membangun platform sebagai tempat di mana perangkat wearable tersebut bisa 'berbicara' antara satu dan lainnya, demikian dikutip detikINET dari The Verge, Rabu (13/5/2015).
(asj/fyk)