Produk yang dirakit di Batam itu dikhususkan untuk pasar Indonesia, dan mereka hanya merakit ponsel-ponsel dengan konektivitas 4G. Itu dimaksudkan untuk mengikuti aturan yang nantinya akan diterapkan oleh pemerintah Indonesia.
Meski dirakit di Indonesia, Asus memastikan bahwa ponsel-ponselnya itu akan mempunyai kualitas sama dengan produk yang dibuat di luar negeri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Soal biaya produksi, Juliana juga mengaku bahwa biaya produksi ponsel di Indonesia lebih tinggi dibandingkan dengan mengimpor secara langsung. Namun ia mengaku bahwa Asus tak akan menaikkan harga ponsel tersebut.
Sebelumnya Menkominfo Rudiantara punya wacana aturan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) bagi setiap ponsel 4G yang dimaksud. Namun memang aturan itu masih dalam pengkajian.
(asj/ash)