Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Cara Lenovo-Motorola Agar Tak Saling Bunuh

Cara Lenovo-Motorola Agar Tak Saling Bunuh


- detikInet

JD. Howard (alif/detikINET)
Jakarta - Lenovo telah jadi pemilik baru Motorola. Bermain di bisnis yang sama, bagaimana cara keduanya agar tidak saling bunuh?

Menurut JD Howard, Lenovo VP Mobile Internet dan Digital Home Business Group untuk Asia Pasifik, Lenovo dan Motorola punya segmen berbeda.

"Pada saat kami mengakuisisi Motorola, kami melihat ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan. Salah satunya adalah segmen dan pasar. Motorola punya sesuatu yang tidak dimiliki oleh Lenovo. Begitu pula sebaliknya," papar Horward ketika ditemui detikINET di kantor Lenovo Indonesia, Wisma BNI 46, Jakarta.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dari sisi market misalnya, Lenovo menjadi brand yang menguasai pasar Asia. Sedangkan untuk kawasan Eropa dan Amerika, vendor asal Tiongkok itu bukan apa-apa bila dibandingkan dengan Motorola. Sebaliknya, untuk kawasan Asia, penetrasi Motorola kurang mantap.

"Motorola ini kuat di kawasan Eropa dan Amerika. Jadi intinya, akan terjadi simbiosis yang saling menguntungkan. Maka dari itu, kami ingin coba melakukan penetrasi di setiap pasar yang masing-masing brand punya kelemahan itu tadi," jelas Howard.

Tak hanya memandang dari segi pasar, Lenovo pun melihat terdapat perbedaan teknologi di antara keduanya. Howard mencontohkan dengan memperlihatkan sebuah perangkat Nexus 6 milik Motorola.

"Nexus 6 ini misalnya. Ponsel ini sangat hebat, bahkan menurut saya iPhone 6 dan iPhone 6 Plus tidak ada apa-apanya. Perangkat-perangkat seperti inilah yang tidak dimiliki oleh Lenovo," kata Howard.

"Jadi kalau ditanya apakah akan terjadi saling bunuh di antara keduanya, saya rasa tidak," pungkasnya.

(ash/ash)





Hide Ads