"Meskipun Anda menggandakan angka chip dari single core ke dual core ke quad core, Anda tidak menggandakan sumber daya lainnya. Semua core masih harus berbagi baterai dan memori yang tunggal," sebut Jessica Dolcourt, pengamat teknologi dari Cnet.
Jika seluruh sistemnya efisien, performa memang akan terlihat meningkat meski mungkin tidak sampai berlipat ganda. Faktor lainnya yang berpengaruh adalah software. Seberapa pun banyak jumlah core, pengaruh software sangat penting.
"Pertama-tama, sistem operasi harus mendukung multi threading, yaitu menugaskan setiap core processing bagian dari tugasnya. Manufaktur perangkat juga harus menambahkan layer software untuk membantu hardware dan sistem operasi berkomunikasi," kata Jessica.
Untuk mengambil manfaat dari prosesor quad core, developer aplikasi atau game harus mengadopsi metode multi threaded tersebut. "Multicore tidak akan membantu jika aplikasi tidak di-threaded," kata Greg Sullivan, Senior Product Manager Microsoft.
Masalahnya menurut Sullivan, menulis kode untuk mengambil manfaat dari multicore adalah sesuatu yang sulit. Ada banyak kompleksitas dalam prosesnya. Maka, disinyalir belum banyak aplikasi yang benar-benar mengoptimalkan prosesor quad core.
"Jarang ada aplikasi yang membutuhkan pemrosesan quad core. Prosesor yang powerful tidak membuat tweet Anda jauh lebih cepat atau membuat bagus gambar Instagram. Jadi kecuali Anda gamer yang ingin memainkan game FPS kelas berat, sebenarnya kurang bijaksana membeli ponsel quad core," sebut Chandrakant dari TechTree.
Ada klaim dari Nvidia bahwa prosesor Tegra miliknya bisa mengoptimalkan core multiple yang dimilikinya meskipun aplikasi tidak di-threaded. Tapi hal ini masih bisa diperdebatkan.
(fyk/ash)