Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Curhat CEO BlackBerry yang Keluar Masuk Hotel

Curhat CEO BlackBerry yang Keluar Masuk Hotel


- detikInet

CEO BlackBery John Chen (detikINET)
Jakarta -

Sejak memutuskan untuk menerima tawaran menjadi CEO BlackBerry, John Chen pasti menyadari bahwa ada tugas berat yang bakal menyambutnya di masa depan.

Dan hal ini pun terbukti ketika anak imigran asal Hong Kong itu harus berjuang menyelamatkan BlackBerry dari keterpurukan.

Berbagai jurus langsung dikeluarkan Chen saat duduk di kursi CEO BlackBerry sejak hari pertama. Mulai dari efisiensi karyawan sampai prioritas bisnis langsung ditancapkannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Termasuk saat Chen harus 'roadshow' ke berbagai negara di belahan dunia untuk menyakinkan para pelanggan berharganya bahwa BlackBerry baik-baik saja.

Rasa lelah menggelayut pasti dirasakan Chen. Namun 'roadshow' ini merupakan hal yang sangat penting bagi BlackBerry agar pelanggannya terutama dari kalangan bisnis dan pemerintahan tidak kabur.

'High-touch marketing' -- demikian Chen menyebut model pendekatan kepada para customer BlackBerry tersebut.

Biasanya, hal yang dilakukan bos BlackBerry ini adalah melakukan breakfast meeting dengan eksekutif lain untuk berbicara seputar risk management, mobile data security, identity management, hingga identity security.

Menurut The Record, ada sekitar 40 pelanggan 'kelas berat' BlackBerry yang disambangi Chen. Namun ketimbang berkeluh-kesah, Chen justru menyambut antusias soal misi keliling dunianya tersebut.

"Masalahnya adalah, saya tidak keberatan jika harus bepergian dan bertemu dengan orang-orang dan lainnya. Hanya saja memang ada batasan dari segi fisik," kata eksekutif yang juga mantan CEO di Sybase tersebut.

"Saya sering kali tinggal dari satu hotel ke hotel lainnya. Ini seperti tak lama setelah Anda packing maka harus unpacking, begitu seterusnya," curhat Chen.

Saking banyaknya bepergian, Chen bahkan berseloroh sampai lupa sudah ke mana saja ia dalam seminggu terakhir.

Entah Chen bercanda atau tidak soal pernyataan 'lupanya' itu. Namun yang pasti, negara selanjutnya bakal disambanginya adalah Indonesia. Tujuannya, santer dikabarkan untuk meluncurkan Blackberry Z3 yang punya code name 'Jakarta'.

Z3 sendiri merupakan smartphone BlackBerry yang dibuat dengan campur tangan Foxconn. Sesuai namanya, BlackBerry Jakarta khusus dibuat untuk Indonesia dan negara berkembang lainnya.

Sepanjang kuartal keempat lalu, BlackBerry mampu menjual sekitar 3,4 juta unit handset. Naik dari kuartal sebelumnya yang hanya sukses melego 1,9 juta unit BlackBerry.

Walaupun mengalami kenaikan, sejatinya proposi BlackBerry 10 masih tergolong kecil. Karena dari total penjualan, hanya 1,1 juta unit saja yang membeli handset dengan sistem operasi paling baru tersebut.

Dilansir Cnet, memang BlackBerry masih kuat di penjualan dengan sistem operasi lama, khususnya di negara berkembang seperti di Indonesia.

Akibat lesunya penjualan handset BlackBerry tersebut, perusahaan asal Kanada itu masih membukukan kerugian sebesar USD 423 juta atau sekitar Rp 5 triliun sepanjang kuartal keempat ini.

Kerugian itu sebetulnya jauh lebih sedikit, bila dibandingkan dengan kuartal sebelumnya yang bahkan mencapai USD 4,2 miliar. Saat itu, membuat penerimaan BlackBerry anjlok 55%.

Dengan kondisi bisnis seperti itu, pantas rasanya jika melihat Chen terus berjuang habis-habisan. Sebab jika tidak ada perubahan berarti bisa-bisa BlackBerry semakin terjerembab ke lubang terdalam.

Artikel Terkait:
-. Ini Dia Penampakan BlackBerry Jakarta
-. 5 Jurus BlackBerry Agar Tak Mati
-. 5 Pernyataan Ngaco Mantan Bos BlackBerry
-. Z30, Persembahan Terbaik BlackBerry

(ash/rns)





Hide Ads