"TV jenis ini memang secara spesifik menyasar kelas menengah ke atas," kata Managing Director Commercial Organization APMEA TP Vision--joint venture TPV Technology dengan Philips--Singapore Pte Ltd, Goh Sian Ee.
Dikatakannya usai peluncuran TV UHD Philips, di Jakarta, Rabu (26/2/2014), meski pasarnya saat ini masih kecil, dirinya optimistis ada cukup banyak konsumen yang tertarik dengan TV UHD.
"Misalnya saja di Singapura, semua serba mahal. Namun Anda ingin membeli sesuatu yang bisa dinikmati. Ini middle class dan mereka bisa membelinya. Saya yakin di Indonesia juga ada banyak konsumen kelas ini yang membeli," sebutnya.
Apalagi menjelang musim Piala Dunia seperti sekarang, daya tarik TV UHD menurutnya juga bisa memanfaatkan momentum. Salah satu pemicunya adalah Sony yang kabarnya akan menyiarkan Piala Dunia 2014 dalam format UHD.
"Banyak orang yang ingin membeli TV karena ingin menonton Piala Dunia. Mereka akan lihat (produk) ini dan mempertimbangkan untuk membelinya," ujarnya.
Ditambahkannya, saat konsumen membeli TV, mereka umumnya akan menggunakannya sekitar 6-7 tahun. TV UHD Philips, diklaim Goh siap mengakomodasi teknologi ke depannya, sehingga dalam kurun waktu tersebut mereka tak harus mengganti TV.
"Anda ingin membeli sesuatu yang bertahan 6-7 tahun. Saya rasa mereka yang membeli TV ini, terutama untuk Piala Dunia dan untuk ke depannya, menukar dengan harga yang pantas, ujarnya.
Ada tiga seri TV UHD yang dirilis Philips, yakni Ultra HD Philips 9000 Series 65PFL9708S, Philips Elevation 60PFL8708S dan Philips DesignLine 55PDL8908S.
Dikatakan Damien Kwok, Direktur Sales PT Wahana selaku distributor TV UHD Philips di Indonesia, produk ini dibanderol mulai Rp 45 juta yakni untuk seri DesignLine, kemudian Elevation seharga Rp 50 juta, dan Ultra HD Rp 70 juta. PT Wahana sendiri punya target cukup ambisius di pasar Tanah Air.
"Kami targetkan 8% di 2018 dan jadi salah satu dari lima besar di pasar TV, setelah merek asal Korea dan Jepang," ujarnya.
Pulau Jawa dan Sumatera, menjadi fokus target pasar PT Wahana hingga akhir 2015. Selanjutnya di 2017, PT Wahana akan meluaskan pasarnya kota-kota seperti Pekanbaru, Bangka, wilayah Kalimantan dan Sulawesi.