Bulan lalu, Nokia memenangkan perkara paten melawan HTC di Jerman, setelah pengadilan wilayah Mannheim menyetujui argumen Nokia. Dengan kemenangan ini, Nokia juga sukses mengamankan produknya dari pemblokiran yang semula sempat mengancamnya.
Adapun paten yang dipermasalahkan, seperti dikutip dari The Inquirer, Kamis (3/10/2013), terkait dengan fitur power saving yang ditemukan pada chip Qualcomm yang digunakan ponsel Nokia dan HTC.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Teknologi power-saving yang dideskripsikan dalam paten ini sebenarnya hal kecil dan hanya sedikit berkontribusi untuk urusan konsumsi daya," kata HTC dalam pembelaannya.
Namun HTC tampaknya ingin cari aman dengan memutuskan merombak desain chip Qualcomm di dalam HTC One. Dengan demikian, HTC akan menggunakan metode berbeda dari Nokia. Belum ada konfirmasi dari HTC berkaitan dengan laporan ini.
Kemenangan Nokia atas HTC juga berimbas pada tiga perangkat milik HTC, yakni Wildfire S, Desire S dan Rhyme. Ketiga handset tersebut kini tak lagi dijual di Amerika Serikat.
(rns/fyk)