"Anda harus paham di mana Anda bermain (dalam industri) dan menolak dibicarakan pada segmen tersebut, yang Anda tahu tidak ada tujuannya dan tidak bernilai bagi pemegang saham," kata CEO BlackBerry, Thorsten Heins.
"Anda tidak akan melihat kami menuju pada segmen ponsel USD 50 atau USD 60. Ini bukan BlackBerry," lanjutnya yang detikINET kutip dari BGR, Senin (11/3/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Anda akan melihat produk baru diluncurkan tahun ini yang berbasis BlackBerry 10, semuanya punya kapabilitas LTE, dan dijual menuju harga yang dibutuhkan orang," sebutnya.
Meski dijual dengan harga mahal, Heins mengklaim sambutan pasar di negara berkembang terhadap Z10 sangat baik. Seperti di India, Heins mengklaim Z10 di sana sold out.
"Saya kaget ketika kami meluncurkannya di India, bagaimana baiknya penjualan Z10 yang merupakan perangkat high end. Saya mendapat telepon darurat dari manager di India, mengatakan stok habis dalam dua hari. Kami berjuang menambahnya," lanjut pria berkebangsaan Jerman ini.
(fyk/rns)