Z10 yang memakai sistem operasi BlackBerry 10 ini telah dijual di Inggris, Kanada, India, Jerman, Uni Emirat Arab, Afrika Selatan dan sebagainya. Di Indonesia, banderolnya Rp 6,9 juta sehingga masuk smartphone high end.
Thorsten Heins selaku CEO BlackBerry pun optimistis dengan masa depan perusahaannya. Bahkan ia mengklaim kehadiran Z10 menggoda pengguna smartphone dengan OS yang lain.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dilansir Reuters dan dikutip detikINET, Jumat (8/3/2013), Heins menolak menyebutkan berapa jumlah penjualan yang telah diraih Z10. Namun ia menyatakan penjualan Z10 melampaui ekskpektasi di negara berkembang seperti India.
"Saya kaget ketika kami meluncurkannya di India, bagaimana baiknya penjualan Z10 yang merupakan perangkat high end. Saya mendapat telepon darurat dari manager di India, mengatakan stok habis dalam dua hari. Kami berjuang menambahnya," lanjut pria berkebangsaan Jerman ini.
(fyk/ash)