Demikian dikatakan Hastings Singh, Managing Director BlackBerry South Asia. Dari riset yang dilansir sejumlah firma seperti GfK, Gartner, dan IDC, BlackBerry masih memiliki pangsa pasar smartphone terbesar di Indonesia.
"Dengan BlackBerry 10, jelas target kami tetap ingin jadi nomor satu di Indonesia," ujarnya dalam pertemuan terbatas dengan sejumlah media termasuk detikINET, di Ritz Carlton, Jakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan pangsa pasar 12% lebih, Indonesia seharusnya punya posisi tawar yang kuat untuk lebih diperhatikan oleh BlackBerry dalam hal investasi. Namun Hastings sendiri bilang, pihaknya memang telah berinvestasi.
"Kami telah mengeluarkan dana USD 5 juta untuk investasi pendidikan lewat kerjasama kami dengan ITB. Investasi ini sangat penting bagi kami dan juga Indonesia tentunya," kata dia.
Dalam sejumlah riset global, Indonesia memang diakui sebagai pasar terbesar BlackBerry di Asia. Negara terbesar pengguna BlackBerry lainnya adalah Afrika Utara, Nigeria, Argentina, Paraguai, Venezuela, Karibia, Meksiko dan Kolombia.
Ericsson Consumer Lab akhir tahun lalu juga merilis data bahwa sistem operasi BlackBerry mendominasi pasar smartphone di Indonesia dengan pangsa 27%, diikuti Symbian 20%, dan Android 10%. Posisi keempat dan kelima diduduki oleh Windows Phone sebesar 8% dan iOS 2%.
(rou/fyk)