Chip APU memang menawarkan kinerja lebih dibanding prosesor konvensional. Berkat GPU yang sudah built-in di dalamnya pengguna akan diuntungkan dalam beberapa hal, terutama saat membuka aplikasi grafis.
"Sadar atau tidak sadar kebanyakan kini semuanya sudah serba grafis. Buka web browser kini sudah memanfaatkan kartu grafis, nonton YouTube juga demikian," kata Victor Herlianto, Sales Development Manager AMD Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada kalanya sebuah aplikasi memanfaatkan processing serial (CPU) dan processing pararel (GPU), dan ini harus dilakukan pada chip yang sama," katanya di Grand Indonesia.
APU sendiri bukanlah chip yang terlahir dalam satu malam, melainkan buah dari akusisi AMD terhadap ATI dan brand Radeon pada tahun 2006 silam dengan nilai sebesar USD 5,4 miliar. Chip jenis ini pun akan menjadi ujung tombak AMD hingga tahun-tahun mendatang.
"Jadi akusisi AMD terhadap ATI saat itu sudah tepat. Buktinya, sekarang tetangga sebelah sudah mulai ikutan bikin prosesor yang ada GPU-nya," sindir Victor.
(ash/ash)