Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Nakhoda Dibajak Intel, AMD Indonesia Tak Gentar

Nakhoda Dibajak Intel, AMD Indonesia Tak Gentar


- detikInet

Ilustrasi (Ist.)
Jakarta - Baru juga merasakan manisnya masa-masa bulan madu dengan Country Manager baru, AMD Indonesia harus kecewa. Sang nakhoda ternyata dibajak pesaing utama mereka, Intel.

Ya, Hermawan Sutanto memang cuma seumur jagung memimpin AMD Indonesia. Namun dalam waktu 6 bulan itu, hasil bisnis yang dituai AMD terbilang cukup mentereng.

Selama di AMD, Hermawan yang merupakan jebolan Microsoft cukup gesit melakukan penetrasi ke pasar. Bagaimana tidak? Hanya dalam beberapa bulan sejak dipimpinnya, AMD begitu agresif berkolaborasi dengan vendor merilis berbagai komputer jinjing.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Alhasil, berdasarkan data yang dilansir lembaga riset GFK untuk Juni 2012 menyebutkan bahwa pangsa pasar AMD di kelas notebook meningkat 5,5% menjadi 21,6%. Konon ini adalah salah satu pencapaian terbesar AMD sejak berkiprah di Indonesia.

Namun apa lacur, Hermawan tak bertahan lama di AMD, cuma sampai Oktober 2012. Terlebih, vendor yang dipilih pria ramah itu adalah Intel. Tentu saja ini menjadi pukulan telak bagi AMD.

Pun demikian, kekhawatiran itu coba direndam pihak AMD. Ryan Sim, Director Sales dan Marketing AMD untuk kawasan ASEAN menegaskan bahwa meski ditinggalkan salah satu punggawanya, tim AMD Indonesia tetap solid.

"Karena saat ini kami sudah berada di arah yang benar," tegasnya, dalam sesi wawancara terbatas di Jakarta, Selasa (20/11/2012).

Solidnya tim AMD Indonesia pun coba dipertegas Ryan dengan mengungkap market share PC mobile mereka per September 2012 yang merangkak naik menjadi 22%, meningkat 6% bila dibandingkan September tahun lalu menurut GFK.

Ryan juga turut membocorkan agenda peluncuran produk APU terbaru AMD yang katanya akan dirilis beberapa hari mendatang.

"Produk APU terbaru AMD ini nantinya telah terintegrasi dengan GPU berspesifikasi mainstream, tapi jangan bandingkan performanya dengan kartu grafis mainstream untuk desktop loh," canda Ryan.

Terang saja ia mengatakan hal tersebut, karena biasanya GPU yang tersemat pada APU, penggunaan dayanya 'disunat' sehingga kinerja yang dihasilkan tidak akan dapat menyamai kartu grafis pada komputer desktop.

"Dijamin lancar untuk memainkan game berspesifikasi menengah," pungkasnya.


(ash/ash)







Hide Ads