Lenovo tampaknya serius ekspansi ke cloud computing. Vendor komputer asal China ini untuk pertama kalinya membeli perusahaan software, demi merambah produk cloud computing.
Stoneware Inc., perusahaan yang diakuisisi Lenovo tersebut memproduksi software yang sebagian besar pemakainya adalah kalangan pemerintah dan sekolah.
"Software yang mereka buat mensinkronisasi data di banyak perangkat mobile. Perusahaan yang berpusat di Indianapolis, AS ini memiliki 60 orang karyawan," kata Vice President Lenovo Mark Cohen dalam wawancara yang dilansir Bloomberg dan dikutip detikINET, Selasa (18/9/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akuisisi ini menurut Cohen membantu Lenovo menghadirkan akses dan interface dengan cara yang sebelumnya tidak bisa dilakukan Lenovo.
"Kami tidak berusaha mengubah diri menjadi perusahaan software. Apa yang coba kami lakukan adalah memasuki pasar software dengan selektif, dimana kami bisa menyajikan pilihan bagi konsumen dan mendukung strategi kami secara keseluruhan," terangnya.
Pembelian Stoneware merupakan akuisisi kedua yang dilakukan Lenovo dalam tiga pekan terakhir. Chief Executive Officer Lenovo Yang Yuanqing memang berambisi melakukan ekspansi menyaingi rivalnya, termasuk Apple dan Samsung di pasar smartphone, tablet, dan TV internet.
Juni silam, Lenovo mengumumkan ketersediaan layanan broadband tanpa ikatan kontrak bagi lini laptop ThinkPad Classic dan ThinkPad Edge, untuk konsumen di AS dan sembilan negara Eropa.
Langkah merilis Lenovo Mobile Computing, demikian nama layanan tersebut, tentu saja merupakan bagian dari upaya Lenovo mempromosikan mobile computing. Dan lagi-lagi, para analis menilai ini adalah indikasi Lenovo ingin menyaingi Apple. Seperti diketahui, Macbook Apple sudah terkoneksi ke layanan cloud.
(rns/ash)