Vendor asal Taiwan itu menengarai konsumen lebih senang dengan ponsel cerdas berbodi tipis. Di masa depan, mereka juga lebih memilih kualitas kamera ketimbang perlombaan megapixel dan layar sentuh ketimbang menyertakan keyboard qwerty.
Hal itu dikemukakan oleh Vice President of Phone Strategy HTC, Bjorn Kilburn. Dia menyatakan, perusahaannya menolak model dengan baterai terlalu besar yang mengorbankan ketipisan handset.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami bereksperimen dengan baterai lebih kuat, membuat perangkat jadi lebih tebal, namun konsumen tidak mau membelinya. Jadi kami menghabiskan banyak waktu menemukan cara untuk memaksimalkan kekuatan baterai," kata Kilburn.
Sejatinya, Motorola sudah berbuat demikian dengan Motorola Razr Maxx di mana ketebalannya 8,9 mm, namun baterai berkekuatan 3.000 mAh. Bandingkan dengan HTC One X dengan ketebalan sama, namun baterainya 1.800 mAh. Namun HTC mengklaim layar di One X lebih efisien dalam asupan sumber daya ketimbang Razr Maxx.
Di sisi lain, HTC juga memutuskan tidak akan lagi menyertakan keyboard fisik sehingga smartphone mereka nantinya sepenuhnya layar sentuh.
"Kami menjauhi keyboard qwerty. Inovasi yang nyata akan datang pada apa yang terjadi di keyboard layar sentuh," ucap desainer HTC, Claude Zellweger yang detikINET kutip dari PCMag, Selasa (24/4/2012).
(fyk/fyk)