Penyebabnya adalah, BlackBerry PlayBook yang diproduksi jauh lebih banyak dibanding jumlah unit yang terjual. Sehingga stok tablet perdana RIM itu masih menumpuk.
Dikutip detikINET dari tomsguide, Senin (5/12/2011), RIM mengaku hanya berhasil menjual sekitar 150 ribu PlayBook melalui rekanan mereka. Tapi jika ditotal dengan penjualan retail, diperkirakan jumlahnya bisa lebih banyak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"RIM masih terus berkomitmen untuk BlackBerry PlayBook, karena kami percaya pasar tablet masih akan terus tumbuh. Meski beberapa faktor menyebabkan persediaan produk ini menumpuk di kuartal ketiga, tapi dengan datangan PlayBook OS 2.0 pasti penjualannya akan lebih baik," kata Mike Lazaridis, Co-CEO RIM.
(eno/rou)