Belasan ribu barang palsu ini dijual di 23 situs e-commerce pada bulan Juli lalu, demikian menurut MarkMonitor Inc, perusahaan yang berbasis di San Fransisco.
"Tablet-tablet tersebut bisa jadi ilegal jika mereka memiliki logo Apple palsu dan biasanya tidak bekerja dengan baik serta tidak memiliki garansi," ujar Fred Felmas selaku chief marketing officer MarkMonitor. Dalam survei itu juga diketahui bahwa produk tiruan dan produk abal-abal banyak yang bersumber di China.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Anda hanya bisa menirunya di level tertentu. Bukan soal hardware, tapi soal softwarenya yang sangat sulit untuk ditiru," ujar Sideco seperti yang dikutip detikINET dari Bloomberg, Selasa (1/11/2011).
'Tren' pemalsuan produk kini memang beralih fokus dari farmasi, tas, software ke teknologi mobile. Dan sekarang komputer tablet menjadi objek favorit para pemalsu karena mereka adalah produk favorit di musim liburan untuk dijadikan hadiah.
Kepopuleran komputer tablet diketahui telah mengalahkan laptop, TV, e-reader dan konsol video game. "Sangat penting bagi para konsumen untuk memahami bahaya scammer semacam ini," tandas Felman.
(sha/ash)