Adalah Martin Fichter, President HTC untuk wilayah Amerika Serikat, yang mengumbar pernyataan kontroversial tersebut. Tentu Fichter memiliki alasan tersendiri hingga melontarkan komentar demikian.
Berbicara dalam konferensi Mobile Future Forward di Seattle, AS, Fichter coba mengawali cerita ketika ia mengantarkan putrinya untuk menimba ilmu di Reed Coolege yang berlokasi di Portland, AS.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sebab mereka (teman-teman putrinya-red.) mengatakan kepada saya bahwa ayah mereka yang menggunakan iPhone," lanjut Fichter.
Dari kejadian itu, ia pun memiliki keyakinan jika ada sesuatu yang 'menarik' terjadi di pasar ponsel pintar. "iPhone menjadi tidak terlalu keren dari sebelumnya. Mereka kini menenteng HTC, Samsung. Bahkan beberapa di antaranya membawa handset dari pabrikan China," jelas Fichter.
"Macbook Air memang canggih. Namun iPhone tidak terlalu keren lagi. Kita di sini menggunakan iPhone, tetapi anak-anak kita tidak melihat hal itu sebagai sesuatu yang keren lagi," Fichter berkelakar.
Alasan lain yang dikemukakan adalah terkait soal harga jual iPhone yang dikatakan lebih mahal dari rata-rata ponsel Android. Ditambahkan hasil infografik dari mesin rekomendasi Hunch, pengguna Android cenderung masih berstatus siswa/i sekolah menengah atas atau berada di level umur 18-34 tahun.
HTC memang menjadi salah satu produsen smartphone yang paling agresif lewat OS mobile Android. Meski berlabel ponsel pabrikan Taiwan, HTC mampu mencuri perhatian dengan handset-handset keluarannya yang bersegmen menengah ke bawah.
Hal itu terbukti dari pangsa pasar HTC yang saat ini telah meraup sekitar 9%. Raihan ini pun diyakini akan terus tumbuh seiring popularitas Android besutan Google.
(ash/rns)