Keberadaan platform AR sejatinya sudah terendus cukup lama, hanya saja Qualcomm baru meresmikan aplikasi perdana tersebut secara resmi. Lantas apa yang ditawarkan platform baru yang diklaim revolusioner itu?
AR akan bekerja selayaknya aplikasi pembaca barcode, hanya saja program ini bisa menampilkan karakter dalam 3 dimensi. Misalnya, ketika pengguna menggunakan aplikasi ini dan membidik suatu objek yang didukungnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk sementara aplikasi ini baru tersedia untuk Android, meski tidak tertutup kemungkinana di sistem operasi lainya. Sedangkan perangkat kerasnya disyaratkan harus cukup kencang, sekelas Qualcomm Snapdragon.
"Qualcomm mempunyai sejarah panjang dalam menghasilkan teknologi mutakhir dan kami melanjutkan tradisi ini dengan menjadikan teknologi AR terdepan," ujar Jay Wirght, Senior Director of Business Development Qualcomm, dalam keterangan yang diterima detikINET, Rabu (18/5/2011).
(eno/eno)