"Masih sama dengan tahun lalu, kami masih menawarkan produk dan solusi di Ovi," tukas Jodie O'tania, Communication Manager Nokia Indonesia kepada detikINET, Rabu (19/1/2011).
Dikatakan Jodie, Nokia tak mau terlalu terpaku untuk cuma menjual produk (handset). Namun juga berkonsentrasi dalam menjajakan layanan melalui Ovi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sayangnya, Jodie enggan mengungkap berapa jumlah pengguna ponsel Nokia yang memanfaatkan layanan Ovi ini di Indonesia. "Yang pasti kita coba memberi layanan yang pengguna suka," ia berkilah.
Layanan Ovi Nokia sendiri sejatinya tengah digoncang kabar miring. Belakangan yang santer terdengar adalah terkait ditutupnya layanan download musik gratis di Ovi bagi 27 negara.
Nokia beralasan penghentian layanan itu tak lebih dari salah satu strategi mereka untuk melakukan perubahan. Namun tidak demikian halnya penilaian para analis yang memprediksi bahwa ditutupnya layanan tersebut lantaran tidak diminati pengguna. (ash/rns)