Solusi virtualisasi desktop Fujitsu dikenal dengan konsep infrastruktur Zero Client yang merevolusi komputer client. Dalam konsep tersebut, komputer tidak dilengkapi komponen apapun (zero) selain piranti jaringan. Meski nyaris tanpa komponen, kemampuannya diklaim sama dengan komputer lengkap karena didukung infrastruktur dengan teknologi virtualisasi.
Fujitsu mengembangkan infrastruktur Zero Client ini seiring dengan tren global dimana orang ingin bekerja dari mana saja dan menggunakan piranti apa saja. Dari cara bekerja seperti itu, perusahaan menghadapi berbagai tantangan ketika menyediakan koneksi jarak jauh bagi pekerja sehingga mereka bisa terhubung dengan desktop di kantor.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Data-data sensitif yang sudah terenkripsi hanya bisa diakses ketika piranti ini tersambung dan mendapatkan otorisasi. Ketika dicabut, Portable Zero Client tidak meninggalkan jejak apapun di mesin host.
Lembaga riset independen Forrester menyebut Peranti Zero Client ini sebagai 'tech populism' karena kemudahannya dalam mengamankan secara komprehensif koneksi sehingga memungkinkan pertukaran data sensitif.
"Para pekerja masa kini memiliki mobilitas yang semakin tinggi, menciptakan dilema bagi perusahaan untuk memilih antara membatasi akses dan mengurangi produktivitas. Untuk itulah kami mengembangkan Fujitsu Portable Zero Client yang menggabungkan keduanya β koneksi aman ke infrastruktur Zero Client yang fleksibel," kata Achmad Sofwan, Chief Operating Officer Fujitsu Indonesia dalam keterangannya, Minggu (24/10/2010).
(ash/ash)