Nokia yang terus berusaha menggenjot penjualan ponsel lebih dari produsen lain dilaporkan telah gagal bersaing dengan kemajuan rivalnya seperti Apple dan Google dalam pembuatan sistem operasi perangkat.
"Mereka serius dengan perubahan itu," ujar seorang sumber yang dekat dengan masalah ini. "Anggota dewan Nokia diminta membuat keputusan pada akhir bulan," tambahnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Olli-Pekka yang menjabat CEO sejak 2006 sejatinya telah beberapa kali tersandung dalam upayanya menjaga keunggulan dari para pesaing. Pada bulan Mei, perusahaan Finlandia ini bahkan pernah me-reshuffle jajaran puncak pimpinan dan menciptakan unit khusus yang bertugas membuat smartphone.
Walau telah merilis versi baru Symbian dan menggandeng Intel dalam pembuatan sistem operasi MeeGo untuk ponsel pintar kelas atas. Para pengamat menyarankan bahwa Nokia perlu menciptakan sistem operasi perangkat lunak dan mencari pengembang aplikasi untuk bersaing dengan iPhone dan sistem operasi Android milik Google.
Nokia sendiri diperkirakan masih menguasai pasar ponsel dunia dengan market share 40%. Wilayah kekuasaannya antara lain berada di daratan Eropa dan sejumlah negara berkembang.
Namun masalahnya adalah, sebagian besar ponsel yang merajai wilayah-wilayah tersebut masih bermain di segmen harga murah alias low-end. Alhasil, kondisi ini berpengaruh terhadap kecilnya margin profit yang Nokia raih.
(feb/ash)