iPhone Tak Lagi Terkungkung di China
Hide Ads

iPhone Tak Lagi Terkungkung di China

- detikInet
Selasa, 13 Jul 2010 08:10 WIB
Jakarta - Meski iPhone sejatinya diproduksi di China, namun ponsel cerdas rancangan Apple itu ternyata tak dijual bebas di negara itu hingga tahun lalu. Warga China yang tak sabar memilikinya, biasanya membeli dari negara lain.

Itu pun dengan kondisi terkungkung. iPhone yang selama ini beredar di negeri Tirai Bambu tidak bisa digunakan untuk koneksi internet melalui jaringan WiFi. Demikian detikINET kutip dari Tech World, Selasa (13/7/2010).

Namun kini kondisinya mulai berubah. Peminat iPhone di China sebentar lagi bisa membeli dan menikmati internet lewat koneksi WiFi di smartphone itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebab, pembuat kebijakan di China pekan ini kabarnya akan membahas lisensi akses jaringan untuk iPhone Apple yang akan digunakan untuk melengkapi protokol keamanan LAN wireless yang dikembangkan China, WAPI (WLAN Authentication and Privacy Infrastructure).

Kabar ini kemudian diperkuat dengan sikap Telecommunications Equipment and Certification Center (TENAA) di China yang mempublikasikan pengumuman tersebut pada situs resminya dengan menyertakan foto smartphone yang tak lain adalah iPhone 3G.

Dengan lisensi tersebut, iPhone nantinya bisa dengan bebas merangsek pasar China. Meski begitu, perwakilan Apple dan China Telecom, operator setempat yang menjadi partner Apple, masih enggan memberikan komentar mengenai kemampuan perangkat tersebut. Pun, tidak disebutkan kapan mereka akan mulai menjualnya.

Sebagai catatan, ketika iPhone pertamakalinya memasuki pasar China tahun lalu, Apple dipaksa untuk menonaktifkan fitur WiFi karena bertentangan dengan hukum yang berlaku di China. Kala itu, pembuat kebijakan di China hanya akan membolehkan ponsel dengan protokol WAPI China demi keamanan akses nirkabel.

Kabar seputar lisensi akses WiFi iPhone ini muncul bersamaan dengan berita pembukaan toko retail Apple kedua di China yang berlokasi di Shanghai. Konon, toko itu akan segera melayani para konsumennya untuk pertama kali pada Sabtu, pekan ini.

(rns/rou)
Berita Terkait