Awal tahun 2010 ini, Google memulai debutnya di pasar smartphone dengan memperkenalkan Nexus One. Produk ini dibebani ekspektasi tinggi untuk menyaingi smartphone dari vendor lain semacam Nokia, Apple, maupun Research In Motion (RIM).
Setengah tahun usai peluncurannya, Google mulai memberi sinyal bahwa mereka tak akan memproduksi generasi penerus Nexus One. Schmidt, bos Google, berkilah bahwa produknya tersebut sudah sukses di pasaran dan perusahaannya tak perlu untuk membuat penerusnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pernyataan Schmidt memang cukup aneh. Lazimnya, produk yang tak punya penerus adalah produk gagal. Contoh paling anyar adalah dihentikannya proyek Kin oleh
Microsoft karena tak laku di pasaran.
Sebaliknya, kesuksesan sebuah produk akan mendorong produsen untuk memproduksi penerusnya. Lihat saja bagaimana iPod sebagai salah satu gadget tersukses bikinan Apple kini telah menjejak generasi kedelapannya.
Β
(feb/rou)