Mulai diperhitungkannya Intel di arena ponsel terjadi setelah salah satu raksasa Lembah Silikon itu menggandeng Nokia dalam sebuah kerjasama strategis. Intel dan Nokia bahkan sedang mempertimbangkan untuk membuat chipset untuk perangkat mobile.
Seperti dikutip detikINET dari Wired, Senin (6/7/2009), Intel pun berencana memperkuat prosesor Atom mereka agar mampu bersaing di ranah ponsel. Selama ini Atom memang boleh dibilang merajai arena Netbook.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di arena ponsel memang baterei jadi perhatian utama bagi penggunanya. Meskipun padat dengan berbagai fitur yang ciamik, jika baterai ponsel cepat habis tentunya pengguna tak akan mau memakainya.
Banyak Lawan, Banyak Tantangan
Namun bagi Intel, tantangan di arena ponsel juga akan lebih besar. Pemain utama, ARM, memiliki banyak jalur untuk mencapai pasar --termasuk lewat produsen seperti Samsung, Qualcomm atau Texas Instruments.
Lihat saja para pemain utama yang akan ditantang Intel: ARM Cortex-A8, prosesor ARM paling mutakhir saat ini, digunakan oleh Palm Pre (lewat Texas Instruments), iPhone 3GS (lewat Samsung) dan Toshiba (lewat Qualcomm SnapDragon).
Bagaimana dengan jagoan Intel saat ini? Atom yang terkini adalah Atom Z500 yang --meski boleh jadi jagoan di arena netbook-- masih terlihat boros di arena ponsel.
Atom Z500 pada baterai 100 mAH --seperti pada ponsel-- jika berjalan pada 800 MHz memiliki 19 jam waktu sleep dan waktu baterai total 7 jam. Bandingkan dengan ARM Cortex-A8 pada 800 MHz memiliki waktu sleep mingguan dan baterai rata-rata 6,9 hari. Sungguh masih sangat jauh.
Tentunya Intel tak akan tinggal diam. Kerjasamanya dengan Nokia dan sukses Atom di arena Netbook akan dijadikan amunisi untuk memasuki arena yang sangat menggiurkan ini. Akankah Intel berhasil? Tunggu saja nanti.
(wsh/wsh)