Laptop murah dengan harga US$200 diyakini bisa segera terwujud. Dari sisi harga prosesor, Intel Indonesia mengatakan sebenarnya sudah ditekan 'habis-habisan'.
Country Manager Intel Indonesia, Budi Wahyu Jati, mengatakan hal itu dalam Intel Media Camp yang digelar di Pinewood, Cisarua, Jawa Barat, 11-12 Maret 2009.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Intel pun mengaku telah mendekati produsen hardware lain untuk mendukung program laptop murah. Budi yakin hal itu bisa segera terwujud jika vendor hardware mau bekerjasama.
Unsur lain yang jadi pertimbangan adalah hal-hal di luar hardware. Budi mencontohkan harga software yang mungkin bisa melebihi US$200 dan akses internet yang masih mahal. (wsh/faw)