Salah satunya adalah Adinoto A. Kadir, penggemar Macbook yang juga seorang pengusaha yang bergelut di industri jual beli baterai notebook.
Adinoto mengaku kaget dengan kabar terbakarnya baterai Macbook di Jakarta ini. Terlebih, sebagai orang yang sehari-hari bergelut dengan bisnis baterai, selama ini ia belum pernah mendengar kabar demikian.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Adinoto, baterai Macbook itu menggunakan bahan liquid polymer. Teknologi ini tergolong baru dan dikembangkan demikian untuk mendapatkan bentuk yang lebih ramping. Sementara untuk Macbook Power 17 inch yang baru menggunakan material zing.
"Jika sampai terbakar baterai Macbook sepertinya tidak, tapi kalau rusak iya. Baterai itu komponen yang pasti akan rusak," tegasnya.
Sebab, lanjutnya, baterai itu berasal dari bahan kimia yang jika digunakan atau tidak (disimpan) kemampuannya untuk menyimpan tenaga akan menurun.
"Jangan terlalu berekspektasi tinggi untuk baterai notebook. Baterai tidak dapat bertahan life time, batas waktu penggunaannya rata-rata 300 siklus charging (pengisian)," imbuhnya.
Sementara Ahmad Nofri Agus -- korban Macbook terbakar ini -- mengaku Macbook kesayangannya yang naas itu telah dikirimkan ke authorized reseller Apple di Ratu Plaza.
"Namun sampai saat ini belum ada kabar dari mereka (reseller tersebut-red.), jadi hanya bisa menunggu," lirihnya kepada detikINET, Jumat (30/1/2009).
Meski demikian, lanjut Nofri, kejadian ini setidaknya bisa dijadikan perhatian kepada pengguna Macbook yang lain. "Untungnya saat kejadian, Macbook saya itu sedang ditaruh di meja. Coba ketika sedang saya gunakan, soalnya saya sering menggunakannya di pangkuan," pungkasnya. (ash/wsh)