Adrian Anwar, Server Business Groups Manager Microsoft Indonesia mengatakan, krisis ekonomi bukan berarti para perusahaan juga harus menghentikan inestasi IT mereka. "Sebab, ketika kita investasi di saat seperti ini (krisis-red) nantinya bakal ada titik market rebound," ujarnya.
Selain itu, lanjutnya, meski harus mengeluarkan biaya untuk melakukan investasi tersebut, perusahaan juga harus melihat efek investasi itu ke depannya. "Yang justru dapat lebih memberikan efisiensi bagi perusahaan," imbuh Adrian di acara media gathering Microsoft yang berlangsung di La Oma Hotel, Bandung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Keempat produk itu merupakan solusi penghematan biaya dari Microsoft untuk menghadapi kondisi krisis ekonomi seperti ini," imbuh Adrian.
Pun demikian, diakuinya, hampir semua produk tersebut baru memperlihatkan manfaat penghematan biayanya tidak dalam waktu singkat. Namun, hanya solusi unified communication saja yang keajaibannya bisa dilihat dalam sekejap.
Unified communication (UC) adalah solusi yang memungkinkan penggabungan bermacam-macam media komunikasi seperti telepon kantor (PABX), VoIP, email, audio/video conferencing, instant messaging, radio HT dan sebagainya.
Era UC sendiri dianggap Microsoft sebagai era komunikasi yang tak dibatasi tempat, waktu dan juga perangkat. Karyawan dimungkinkan tak perlu ke kantor lagi untuk bekerja dan perusahaan tak lagi harus menyiapakan ruang kantor yang besar dan dilengkapi partisi yang mahal-mahal. Namun hanya harus menyiapkan akses internet pita lebar (broadband).
Keterangan foto: Beberapa perangkat yang digunakan untuk unified communication (ash/fyk)