Tentara tersebut dilokasikan dengan parasut ke Timur Tengah, bersenjatakan senjata dan rocket launcher. Tujuannya adalah untuk membunuh kaum arab sebanyak-banyaknya - beberapa dari mereka berbusana seperti teroris, yang lainnya merupakan rakyat biasa.
Level game terus meningkat, dari membasmi rakyat biasa hingga memburu Osama Bin Laden kemudian Nabi Muhammad dan terakhir adalah rajanya, Allah. Tentunya game yang bisa didownload secara gratis di internet ini memancing amarah kaum muslim.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk negara bagian Inggris, Shafiq bahkan meminta Internet Service Provider setempat untuk memblokir akses ke game rasis ini.
Sebenarnya dari segi tampilan, game ini hampir mirip dengan game arcade lainnya. Hanya saja, misi yang harus ditempuh sangat berbau rasis.
Adalah Seorang programmer yang menyebut dirinya sebagai 'Sigvatr' yang menggelontorkan game rasis ini. "Saya bahkan tak tahu bagaimana menilai diri saya sendiri. Yang penting adalah saya enjoy membuatnya dan game itu sangat menyenangkan untuk dimainkan," ujar Sigvatr dalam forum SomethingAwful.com.
Namun setelah dikritik soal unsur sara yang sangat kental, Sigvatr menjelaskan, para muslim yang direpresentasikan di game bukanlah dimaksud untuk kaum muslim secara umum. Namun, karena sudah bisa didownload untuk umum, game ini memicu banyak kecaman.
Game tersebut sebenarnya sudah muncul sejak Januari 2008 ini, namun kini gaung game Muslim Massacre semakin menyebar bersamaan dengan ramainya dibahas di blog-blog pemerhati game. (amz/wsh)