Menurut biro penelitian Radicati Group, rata-rata pekerja masa kini menghabiskan waktu satu setengah sampai dua jam sehari hanya untuk mengurusi email. Masalahnya, kebanyakan email tersebut adalah spam alias email sampah yang tidak ada gunanya.
"Email telah jadi perangkat bisnis yang bermasalah. Hal ini karena tidak ada inovasi mumpuni untuk memisahkan email yang berguna dengan email sampah," demikian tanggapan dari Jason Preston dari Parnassus Group, sebuah lembaga konsultan media, seperti dikutip detikINET dari Guardian, Rabu (12/3/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk mengantisipasi masalah banjir email itu, beberapa perusahaan termasuk konsultan akuntansi terkemuka Deloitte, sampai mengadakan 'hari tanpa email'. Di hari itu, pekerja diminta berkorespondensi via telepon saja sehingga waktu kerja mereka tak terbuang hanya untuk mengutak-atik email. (fyk/wsh)