Dalam pengumuman pemenang kompetisi inovasi piranti lunak iMulai, Direktur Proyek Senada Steve Smith mengungkapkan harapannya tersebut. "Kami berharap bisnis Anda (para pemenang-red) akan semerbak. Tapi tujuan utama kami adalah agar apa yang dikembangkan oleh para pemenang akan memiliki efek berlanjut pada industri di Indonesia secara keseluruhan," tutur Smith di Crowne Plaza, Jakarta, Selasa (26/2/2008).
Kompetisi iMulai merupakan garapan bersama PT Microsoft Indonesia dan Senada, sebuah proyek peningkatan daya saing yang didanai oleh United States Agency for International Development (USAID). Microsoft Indonesia dan Senada telah mengumumkan tiga pemenang kompetisi inovasi piranti lunak iMulai.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketiga pemenang iMulai adalah Andri Yadi dari PT Dycode Cominfotech Development (Dycode), Ahmad Rusdiansyah dari Laboratorium Logistik dan Supply Chain Management (LSCM) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dan Yugo Goutomo dari PT Sentra Solusi Integrasi (Sentra).
Dycode memenangkan kompetisi ini dengan proposal berjudul Portal Pengelolaan Pelabuhan (Port Management Portal / Portmap). Proposal ini mengajukan pembuatan sebuah piranti lunak yang bisa digunakan untuk memperbaiki manajemen pelabuhan di Indonesia.
Nantinya, Portmap akan ditawarkan dalam model bisnis software as a service. Dengan demikian, berbagai pelabuhan yang ada di Indonesia bisa bersama-sama menggunakannya. Portmap akan dikembangkan dengan teknologi .NET Framework 3.5 dan diimplementasikan sebagai aplikasi berbasis web ASP.NET 3.5 dengan menggunakan IIS 7.0 Web Server dalam Windows Server 2008.
Laboratorium LSCM mengajukan proposal untuk mengembangkan piranti lunak untuk mengoptimalkan konsolidasi pengiriman produk untuk industri Usaha Kecil dan Menengah (UKM). Salah satu masalah yang diharapkan bisa dipecahkan oleh piranti lunak yang dihasilkan melalui proposal ini adalah agar UKM bisa menurunkan biaya logistik dengan adanya sistem yang optimal.
Piranti lunak yang dihasilkan diharapkan bisa siap pakai untuk industri, sedangkan bisnis yang berkembang dari piranti lunak ini akan digunakan untuk mengembangkan riset-riset lanjutan di bidang logistik dan supply chain management. Piranti lunak yang akan dibangun nantinya akan menggunakan .NET Framework 3.5 dengan database SQL Server 2008 pada Windows Server 2008.
Sedangkan Sentra mengajukan pengembangan sistem aplikasi mobile untuk manajemen inventaris. Aplikasi bertajuk Mobile Apllication for Inventory Management System (Mains) ini dikembangkan dari teknologi aplikasi smart client pada perangkat mobile dan teknologi barcode.
Mains akan dikembangkan dalam dua tahap, yaitu tahap Modul Transaction Processing Systems (TPS) dan tahap Presentation Mains. Tahap pertama merupakan aplikasi inti di sisi gudang industri manufaktur untuk manajemen logistik bahan baku, work-in-process dan barang jadi. Sedangkan tahap kedua terkait presentasi data dari perangkat mobile maupun melalui internet.
"iMULAI telah memberikan kesempatan kepada PT Sentra Solusi Integrasi untuk turut memajukan industri peranti lunak lokal di Indonesia," kata Yugo Goutomo, Business Development Manager PT. Sentra Solusi Integrasi.
Para pemenang akan mendapatkan total hadiah senilai Rp 1 miliar. Rinciannya, hadiah itu berupa dukungan perangkat keras dan piranti lunak dari Microsoft senilai Rp 145 juta dan hibah pendanaan dari Senada sebesar Rp 220 juta.
Farid Ma'ruf, Senior Industry Advisor Senada, mengatakan, meski masing-masing independen, ketiga juara iMulai diharapkan bisa bersinergi untuk mengembangkan industri di Indonesia. Pasalnya, setiap pemenang ternyata memiliki kaitan langsung dengan supply chain management (SCM) di industri.
Proposal dari PT Sentra Solusi Integrasi diyakini berada di posisi paling hulu dalam SCM, yaitu di sisi manufakturnya. Kemudian, proposal dari LSCM ITS akan berada di sisi logistik dan delivery produk. Sedangkan di hilirnya adalah piranti lunak Portmap yang terkait langsung dengan saat pengiriman barang ke pelabuhan.
Menurut Farid, iMulai berencana membawa ketiga solusi ini ke hadapan Menteri Komunikasi dan Informatika Mohammad Nuh. Penerapan ketiganya secara terintegrasi, dan dengan didukung oleh pemerintahan dari sisi regulasi, diharapkan akan membantu memperbaiki iklim industri yang ada di Indonesia. Dengan demikian, harapan bangkitnya industri Indonesia melalui ketiga inovasi ini diyakini bisa terwujud.
(pl/wsh)