Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Telkomsel Makin Serius Garap Uang Digital

Telkomsel Makin Serius Garap Uang Digital


- detikInet

Jakarta - Telkomsel nampaknya tidak main-main dalam menggarap T-Cash, layanan mobile wallet besutan operator itu yang memungkinkan ponsel berfungsi layaknya dompet penyimpanan uang secara digital.

"Mobile wallet T-Cash akan lebih diperluas lagi, termasuk dimanfaatkan untuk mendukung warna negara Indonesia yang ada di dalam negeri maupun di luar negeri. Pengembangan mobile wallet T-Cash di Indonesia berbeda dengan yang ada di luar negeri, kita akan lebih menekankan pada aspek kemudahan dalam bertransaksi," tutur Dirut Telkomsel Kiskenda Suriahardja kepada detikINET, belum lama ini di Kupang.

Menurut dia, layanan mobile wallet telah marak di Afrika Selatan, Jepang, Hong Kong, dan Filipina. "Berbeda dengan Afrika Selatan yang dikembangkan karena pertimbangan aspek keamanan. Sedangkan di Jepang karena infrastrukturnya memadai sehingga masyarakat setempat menjadi electronic minded."

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Di Indonesia, pengembangan T-Cash akan memberi banyak manfaat, antara lain layanan ini bisa dimanfaatkan untuk memantau mekanisme transaksi secara umum. Saat ini hal itu kan tidak bisa dilakukan dengan cara manual. T-Cash juga akan membantu pemerataan pertumbuhan ekonomi. Melalui mekanisme ini akan diketahui bagaimana pemanfaatan uang yang sesungguhnya, ermasuk distribusinya," urai Kiskenda.

Layanan T-Cash sendiri baru diluncurkan Telkomsel akhir 2007 lalu setelah setahun sebelumnya operator tersebut mendapatkan izin operasional dari Bank Indonesia untuk menyelenggarakan layanan berupa Alat Pembayaran Menggunakan Kartu (APMK). "Layanan ini kami luncurkan sebagai dukungan bagi program pemerintah yang ingin membentuk less cash society."

"Layanan T-Cash pada dasarnya hanya memberi kemudahan kepada masyarakat untuk bertransaksi. Kalau kita memperhatikan layanan ATM, antara bank dengan ATM kan ada networknya. Nah, T-cash itu sekadar perantara saja antara ATM dengan bank, dengan layanan yang lebih simpel dan praktis. Dana yang ada di mobile wallet T-Cash itu ibarat kupon. Bila kupon menggunakan kertas, kita gunakan layanan seluler. Uang yang ada tetap dikelola oleh bank," Kiskenda menjelaskan.

T-Cash memiliki dua bentuk, pertama adalah kartu khusus dengan chip RFID (Radio Frequency Indentification Device) yang nantinya bisa dipindai di merchant untuk melakukan transaksi secara offline. Sedangkan bentuk keduanya adalah memanfaatkan transaksi online melalui pesan singkat (SMS) dengan dukungan teknologi USSD (Unstructured Suplementary Service Data).

"Untuk layanan yang bersifat online, kami masih menunggu regulasinya. Prinsipnya kami comply dengan regulasi. Untuk pengembangan T-Cash sendiri kami pada prinsipnya sangat prudent atau berhati-hati, antara lain dengan memperhatikan faktor keamanan bertransaksi," pungkasnya.

Untuk tahap awal, layanan T-Cash didukung oleh 191 titik point of sales (merchant), yang akan terus dikembangkan sesuai dengan kebutuhan dan makin banyaknya institusi yang bergabung dalam layanan ini. Telkomsel sendiri telah menginvestasikan dana sebesar US$ 50 juta untuk menggarap layanan tersebut. Nilai investasi itu diharapkan bisa balik modal (break event poin/BEP) dalam jangka dua tahun jika jumlah pelanggan yang menggunakan T-Cash mencapai 5% dari 47 juta pelanggan seluler Telkomsel saat ini.

(rou/ash)





Hide Ads